Selasa, 26 Februari 2008


SUSU TERCEMAR
Awas! Ada Racun di Susu Formula Bayi
posted by kontan on 02/20/08


BOGOR. Waduh, gawat! Para orang tua tampaknya mesti berhati-hati memberikan susu dan makanan kepada bayinya.


Peringatan ini setidaknya datang dari hasil penelitian Institut Pertanian Bogor. Hasil penelitian itu menemukan 22,73% dari 22 sampel susu formula dan 40% dari 15 sampel makan bayi yang mulai dipasarkan antara April hingga Juni 2006 telah terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii.


Asal Anda tahu saja, bakteri sakazakii ini bukan hanya mengakibatkan bayi menderita radang usus. Lebih dari itu, sebuah penerbitan di Korea Selatan menyebutkan, sakazakii bisa membuat korban lumpuh dan menghambat perkembangan mental bayi.


Penelitian IPB ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, mengisolasi dan mengidentifikasi sakazakii dalam 22 susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 bakteri sakazakii yang ditemukan dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan racun melalui uji sitolisis (penghancuran sel). Hasilnya dari 12 bakteri yang terisolasi itu, enam diantaranya menghasilkan racun (enteroksin).


Selanjutnya, tim peneliti ini menguji bakteri mengeluarkan racun saat dipanaskan. Hasilnya lima dari enam bakteri tersebut ternyata mampu mengeluarkan racun setelah dipanaskan.


Tim peneliti kemudian mengujicobakan bakteri tersebut baik yang belum maupun sesudah dipanaskan kepada bayi tikus. yang berumur enam hari. Setelah tiga hari disuplai dengan bakteri tersebut hasilnya ternyata cukup mengejutkan. Ternyata, bayi tikus tersebut terkena radang saluran pencernaan, infeksi peredaran darah dan meningitis alias infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak.


Sri Estuningsih, Juru Bicara Tim Peneliti IPB ini mengatakan produk susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi bakteri mengerikan ini berasal dari produk lokal. Sayang, dia urung mengungkapkan merek susu dan makanan bayi yang berbahaya itu. Oleh karena itu, dia menyarankan agar orang tua berhati-hati karena susu formula dan makanan bukan produk yang steril. "Penggunaan dan penyimpanannya perlu perhatian khusus agar tidak terjadi infeksi saat mengkonsumsi produk tersebut," katanya, kemarin (19/2).


Estuningsih telah melihat langsung sebuah pabrik perusahaan makanan dan susu formula dengan omzet terbesar di Indonesia. Dia menyatakan sebagian besar fasilitas tersebut telah memenuhi standar operasi.


Edy Can, Antara


-->

Tidak ada komentar: