
Sabtu, 30 Oktober, 2004
oleh: Gsianturi
Pertemuan Advokasi Program Perbaikan Gizi Menuju Kadarzi
Gizi.net
- Kesepakatan dan Tindak LanjutPertemuan Advokasi Program Perbaikan Gizi Menuju Kadarzi Jakarta 26 – 28 September 2004
Kesepakatan:
- Keadaan gizi masih memprihatinkan, masalah gizi antar wilayah beragam, perlu pendekatan spesifik.
- Gizi adalah investasi, merupakan fondasi yang amat penting untuk meningkatkan produktivitas, dan SDM sehingga perlu diprioritaskan
- Gizi merupakan bagian dari pembangunan daerah sehingga kadarzi 2010 menjadi isu sentral - Gizi, merupakan salah satu bidang yang kewenangannya bisa diserahkan kepada daerah, oleh karena itu desentralisasi, sebagai salah satu peluang dalam mepercepat penurunan masalah gizi dengan pendekatan spesifik wilayah.
- Kendala yang dihadapi terbatasnya kemampuan keuangan daerah, sehingga diperlukan;
a. Penggalian dana masyarakat
b. Relokasi kearah kegiatan yang berdaya guna dan berdasarkan data dan fakta yang akuratc. Sinkronisasi penganggaran (APBD/APBN) serta perbaikan sistem penganggaran
- Status pendidikan yang rendah merupakan faktor utama penyebab masalah gizi, di samping terbatasnya ketersediaan pangan dan kemiskinan. Pendidikan yang rendah berdampak pada perilaku gizi yang salah
- Keluarga sebagai unit sosial subyek pembangunan maupun sebagai kesatuan bio-sosial manusia, merupakan target utama yang sangat strategis untuk merubah perilaku gizi kea rah yang benar.
- Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), merupakan tujuan antara dalam rangka meningkatkan status gizi. Oleh karena itu seluruh program perbaikan gizi diarahkan mencapai keluarga sadar gizi. Untuk mencapai keluarga sadar gizi, seluruh komponen masyarakat harus bergerak secara terpadu untuk kesejahteraan masyarakat - Peserta sepakat bahwa Keluarga Sadar Gizi (Ladarzi) merupakan sasaran program perbaikan gizi dalam rangka meningkatkan pencegahan dan penanggulangan masalah gizi kurang dan lebih.
- Untuk melembagakan kadarzi disepakati melalui revitalisasi posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dan pelayanan edukasi.
- Perencanaan dan penganggaraan program perbaikan gizi menuju koordinasi di tingkat kabupaten/kota dikoordinir oleh Bapeda, dan di tingkat Pusat dikoordinir oleh Bapenas
- Pendanaan program perbaikan gizi perlu sinkronisasi berbagai sumber dana (masyarakat), APBD, APBN, Donor, Swasta
Tindak Lanjut :
Propinsi:
- Pada tahun 2005 masing-masing propinsi menyusun rencana aksi Gizi Propinsi (RAGP) mengacu pada RAGN
- Melaksanakan advokasi secara terus menerus kepada kabupaten/kota (Bupati/walikota, DPRD) dengan sumber dana dekonsentrasi yang difasilitasi oleh propinsi dengan narasumber Pusat.
- Melakukan Capacity Building terhadap kabupaten/Kota
- Mengembangkan KIE berbasis kompentensi dan masalah local
- Memperkuat kelembagaan koordinasi penanganan masalah gizi
- Menjalin kemitraan dengan LSM, organisasi profesi
- Memperkuat system informasi dan surveilans gizi
- Melakukan revitalisasi posyandu
- Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan gizi serta rujukan berbasis kompetensi
Pusat:
- Menyediakan dana dekon untuk advokasi ke kabupaten dalam rangka menyusun RAGP
- Menyusun RAGN bersama sector dan program terkait
- Melakukan capacity building
- Melakukan bimbingan dan asistensi ke propinsi dan kabupaten/kota